Fungsi Sodetan Kali Ciliwung Jakarta Timur Dipertanyakan
JAKARTA, trans-cyber.com, — Beberapa hari ini, Daerah khusus Jakarta dilanda banjir. Hampir seluruh wilayah Jakarta tempat pemukiman warga diberbagai titik tidak luput dari pemberitaan banjir.
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung dibeberapa pemberitaan media sempat turun langsung memantau kondisi banjir yang merendam pemukiman warga. Dari pantauan media trans – cyber.id, Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung maupun Wakil Gubernur H. Rano Karno belum terlihat membicarakan tentang tidak fungsi BBWS Ciliwung – Cisadane yang terletak di Jakarta Timur itu.
Sebagaimana selama ini BBWS Ciliwung-Cisadane digadang-gadang sebagai solusi mengatasi banjir Jakarta sampai saat ini belum memberikan dampak terhadap solusi banjir di Jakarta.
Sementara pemerintah telah menggelontorkan anggaran untuk rehabilitasi irigasi di Cisadane sebesar Rp 44.878.376.892, dengan masa pelaksanaan 270 hari kalender. Proyek ini melibatkan pembangunan pintu air di Bendung Pasar Baru Cisadane, dengan anggaran sekitar Rp 90 miliar, dan penambahan 10 pintu air yang masing-masing tingginya 10 meter serta Rp 60 miliar untuk pembangunan proyek BBWS Ciliwung untuk pembebasan tanah.
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari warga disekitar BBWS Ciliwung-Cisadane Otista bahwa kali sodetan Ciliwung – Cisadane konon katanya belum beroperasi secara baik.
“itu kali Ciliwung katanya belum operasi tuh, tapi gaji satpamnya jalan terus, enak tuh bisa kerja disana” kata salah satu warga mengaku tinggal di pinggir kali Ciliwung, (Rabu, 9/7/2025).
Senanda dengan itu, dari pantauan media, sepanjang banjir menerjang beberapa titik wilayah Jakarta, aliran sungai Ciliwung-cisadade terpantau tidak mengalami peningkatan debit air.
“Apabila dibandingkan dengan volume air yang menggenangi wilayah jakarta dalam beberapa hari ini, volume air di BBWS Ciliwung – Cisadane seharusnya juga meningkat” kata warga yang tinggal di pinggiran Banjir Kanal Timur, (Rabu, 9/7/2025).
Banyaknya titik banjir yang menggenangi wilayah Jakarta, fungsi Sodetan Kali Ciliwung yang terletak di otista – Bidara Cina yang tembus ke Banjir Kanal Timur menjadi perbincangan warga.
“kok jakarta banjir begini, tapi sodetan Ciliwung airnya gitu-gitu aja, nga ada volume air yang naik, jangan-jangan sodetan tidak berfungsi” kata Ade di BKT.
“katanya sodetan Ciliwung-cisadane bisa solusi mengatasi banjir, tapi jakarta tetap aja banjir dimana-mana” timpal warga yang lain.
Sementara sepanjang Daerah Khusus Jakarta, diterjang banjir, Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Wakilnya H. Rano Karno belum terlihat berbicara tentang fungsi Proyek Kali Sodetan yang menelan biaya puluhan miliar itu.
Menurut Informasi dari perkiraan cuaca, daerah jakarta diperkirakan masih potensi diguyur hujan yang tinggi kedepan, sehingga warga Jakarta perlu warga dan melakukan langkah-langkah antisipatif kedepan dalam upaya menghindari banjir.
Liputan: Tim Redaksi trans-cyber.com

