Menyerang Ide Wapres, Kondisi Ngantuk Saja Jadi Wapres

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, (Foto istimewa)


Oleh: Dimas Budi Prasetyo

Melihat video ini secara utuh di akun IG Kompas, kemudian menyimak kolom komentar yang isinya banyak menghujat “kekosongan” Wapres, saya jadi punya pertanyaan: kenapa kita masih kaget?

Gibran, dari sejak sebelum jadi wapres, dari pembawaannya, ya memang begitu. Apa yang bisa diharapkan? Gibran menjawab pertanyaan kritis dari mahasiswa itu dengan baik? Gibran memberi solusi cerdas langsung saat itu juga? Gibran memberi ide dan gagasan dengan kapasitasnya sebagai wakil pimpinan tertinggi di Indonesia?

Makanya ketika Pandji di Mens Rea nyenggol betapa apesnya kita punya wapres sekelas customer service, berangkat program lapor Mas Wapres (yang ujung-ujungnya juga omon-omon), kenapa masih ada aja yang tantrum?

Mereka bilang jangan “menyerang” fisik Gibran, tapi senggol idenya. Sekarang balik pertanyaannya, apa kemudian ide dari Gibran? Pendidikan soal AI, coding, hilirisasi? Kapan dia berada di forum intelektual untuk beradu gagasan soal idenya dengan para-para pakar?

Sekali lagi, memang kita, termasuk saya, terlalu berharap tinggi. Jangankan dia akan beradu argumen dan gagasan dengan pakar, menjawab pertanyaan sederhana dari mahasiswa saja kebingungan setengah mati. Keringat dingin, lantas seperti biasa, melempar jawaban.

Tapi, saya tetap menaruh respek besar pada Gibran. Dengan kondisi ngantuk saja bisa jadi wapres. Bayangin kalau nggak ngantuk? Trump dan Xi Jinping sungkem ndlosor.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *