Puluhan Pelajar Keracunan MBG Dilarikan ke Rumah Sakit di Jakarta Timur
Kompres Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di RS. Duren Sawit Jakarta Timur (Sabtu, 4/4/2026)
Jakarta, trans-cyber.com, — Lagi-lagi program makanan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto memakan korban. Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan makanan.
Hal itu terungkap dalam konprensi pers Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Rs. Duren Sawit Jakarta Timur pada Sabtu (4/4/2026).
“Ada dampak makanan yang disiapkan oleh SPPG (Satuan pelayanan pemenuhan gizi) dilokasi Pondok Kelapa dua. Lokasi terdampaknya ada empat sekolah, yaitu SMA 92, Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 02, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07. Korban dirawat ditiga rumah sakit, (Rs. Pondok Kopi, Rs. Duren Sawit dan Rumah Sakit Harum)” ucap Paranono Anung di RS. Duren Sawit Jakarta Timur.
Lebih lanjut Paranono Anung menyatakan korban keracunan makanan yang bersumber dari SPPG itu berjumlah 72 orang.
“Korban berjumlah 72 orang dan untuk pembiayaan yang di cover BPJS maka sepenuhnya akan ditanggung BPJS kesehatan sedangkan yang lain SPPG akan bertanggung jawab untuk itu” ucap Pramono dihadapan media.
Namun Pramono terlihat tidak mau menyebutkan pengelola SPPG penyebab keracunan makanan terhadap 72 siswa itu. “Saya tidak mau berspekulasi, biar nanti pihak yang berwenang menyampaikan kata Pramono berdalih. Namun ia mengatakan suber keracunan makanan itu bersumber dari jenis makanan spageti yang dari SPPG.
Seperti diketahui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) besutan pemerintah pusat itu dikelola banyak pihak, mulai dari swasta, TNI hingga Polri yang belakangan ini santer beredar.
Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak yang berwenang memberikan penjelasan secara terbuka pihak-pihak mana saya yang terlibat mengelola atau menyediakan makanan spageti sebagai penyebab terjadinya keracunan terhadap 72 orang pelajar tersebut.
Sebelumnya program makanan bergizi gratis yang menelan anggaran ratusan triliun ini telah banyak memakan korban diberbagai daerah. Sehingga program besutan Presiden Prabowo Subianto itu mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat.
Editor: Redaksi Trans-cyber.com
Wartawan: rm/tim

