Masyarakat Berdiri, Pelayanan Samsat Dinilai Tidak Ramah Publik

Potret Pelayanan Samsat Jakarta Barat Polda Metro Jaya (Foto: otomotif)

JAKARTA, trans-cyber.com, — Pelayanan di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Wilayah Polda Metro Jaya dinilai belum menerapkan sistem pelayanan yang ramah terhadap warga Jakarta.

Akuntabilitas dan transparan masih menjadi sorotan dan kritikan publik. Salah satunya disebabkan loket pelayanannya terlalu tinggi, membuat pengunjung harus berdiri lewat lobang kaca loket pelayanan dengan petugas.

“Dari tadi sambil menunggu, saya amat-amati ada beberapa orang yang memasukkan data diloket terlihat berbincang akrab dengan petugas. Memasukkan banyak dokumen, sperti sudahbpada kenal gitu deh” kata Ali warga Kebon Jeruk di Samsat Jakarta Barat, Senin (8/9/2025).

Ali mengaku datang bersama temannya dari Kebon Jeruk mau mengurus pembayaran pajak kendaraan miliknya di Samsat Jakarta Barat. “Ia saya urus sendiri saya sama teman” kata Ali saat ditanya wartawan.

“ya ingin tahu jugalah, selama ini yang urus kan bokap” kata anak muda berbadan tinggi itu lebih lanjut.

Pelayanannya tidak tertib, loket pelayanan tidak ramah pengunjung, terlalu tinggi, kalau di buat rata ada tempat duduk baru, seharusnya ga perlu ada pembatas kacanya. Masak kita harus berdiri lihat berkas aja susah,” kata Ali bercerita.

Berdasarkan dengan Yanto warga Kali Deres, dia menceritakan pengalamannya. Menurutnya petugas-petugas hanya ramah dengan orang-orang tertentu saja.

“Disinikan banyak orang yang bayar pajak kendaraan, mungkin sudah runtin kali ya. Petugas-perugasnya sudahbpada kenal kali, kalau ga kenal anggapannya lain, ga tau kenapa, apakah itu perasaan saya doang?” Kata warga Kalideres itu tertawa.

Selain diperlunya perubahan loket-loket dan standar pelayanan, juga ditemukan kejadian yang tak kalah penting. Di pintu masuk-keluar terdapat petugas berpakaian dinas polisi lalulintas dan beberapa yang diduga anggota berpakaian biasa.

Ada satu dua warga yang keluar dari Samsat memberikan uang Rp 20.000, dan Rp 10.000 di meja petugas yang berjaga. Mungkin karena kepergok media, aparat berpakaian dinas lalulintas itu sempat mengatakan, buat bayar kopi yang tadi ya” kata oknum berseragam itu.

Kejadian itu terjadi pada Senin (8/9/2025) sekira pukul 16 lebih. Dari kejadian itu teringat apa yang dikatakan Ali Warga Kebon Jeruk yang mengatakan “pelayanan tidak ramah, karena berdiri” dan keluhan Yanto warga Kalideres, yang mengatakan perlakuan pelayanan ke orang-orang tertentu…”.

Pelayanan pembayaran pajak, pengurusan STNK, balik nama dll di Samsat Jakarta Barat secara khusus dan di wilayah Polda Metro Jaya secara umum sudah seharusnya di benahi.

Loket-loket pelayanan haru di sertai meja pelayanan yang baik sehingga perlakuan terhadap warga wajib pajak mendapatkan pelayanan yang lebih ramah dan layak.

Hingga berita ini di turunkan, media sudah mencoba mau mengkonfirmasi, tetapi masih dihambat oleh petugas dengan alasan sudah pulang, tidak ada dll mendapatkan respon dari bebe wilayah, ***

Penulis: 08eh
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *