PT. Freeport Indonesia Berikan Kontribusi 80 Triliun Untuk Negara

Presdir PT. Freeport Indonesia, Tony Wenas 

Tembagapura, trans-cyber.com, – Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan, PTFI telah memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional, termasuk Provinsi Papua Tengah, terutama Kabupaten Mimika. Pada Tahun 2024 PTFI memberikan kontribusi 4,7 miliar dollar AS atau setara Rp 80 triliun, mencakup pajak, royalti, bagi hasil dividen, hingga pembayaran lainnya.

Kontribusi penerimaan ini dinilai menjadi salah satu hasil penerimaan terbesar dari perusahaan di Indonesia.

Dari kontribusi Rp 80 triliun, sekitar Rp11 triliun langsung diterima pemerintah daerah Papua Tengah, termasuk Kabupaten Mimika,” kata Tony saat memimpin upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Bola, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu, (17/8/ 2025) lalu.

Tony juga mengatakan, selain kontribusi penerimaan negara, PTFI  menggelontorkan Rp 2 triliun untuk program investasi sosial di sekitar wilayah tambang.

Menurut Tony, sejak 2009 hingga kini, PTFI telah menyalurkan dividen 4,1 miliar dollar AS kepada pemerintah melalui MIND ID. Jumlah itu, sudah melebihi biaya akuisisi saham Freeport Indonesia oleh pemerintah.

Berdasarkan studi LPM MUI 2025, PTFI telah berkontribusi 0,75% terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) nasional yang peranannya lebih dominan di Papua yang menyumbang 77% PDRB Papua dan 91 persen PDRB Kabupaten Mimika.

“Bagi Papua, kontribusi Freeport sangat signifikan. Bahkan ada dua gubernur serta delapan bupati dan wakil bupati di Tanah Papua yang merupakan penerima beasiswa Freeport Indonesia,” ujar Tony.

PT. Freeport Indonesia (Foto : Liputan6)

Kontribusi PTFI Dari Hilirisasi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 mencapai 5,03% , berlanjut 5,12 % pada kuartal II 2025. “Capaian ini, termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20″ kata Tony.

Menurut Tony, terhadap pertumbuhan itu PTFI turut berkontribusi dari aspek hilirisasi. Smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2025.

Fasilitas itu menjadikan PTFI sebagai pengelola tambang hulu hingga hilir terbesar dunia. Meski sempat dilanda kebakaran pada Oktober 2024, smelter di Gresik berhasil pulih, kembali beroperasi Mei 2025,” terangnya.

Hingga Juli 2025, kata Tony, fasilitas itu sudah menghasilkan 11,5 ton emas batangan. “Jadi pertambangan tembaga hulu-hilir terintegrasi bukan sekadar tema, tetapi sudah terbukti nyata melalui smelter dan pabrik pemurnian logam mulia di Gresik,” jelas Tony.

Target produksi PTFI mencapai 800.000 ton katoda tembaga per tahun. Tony menilai, jumlah yang cukup mendukung produksi delapan juta unit kendaraan listrik, sejalan dengan agenda transisi energi pemerintah.

Momentum peringatan HUT RI ke-80 ini, Tony sempat menyinggung simbol angka delapan yang menurutnya mencerminkan sinergi antara negara dan Freeport. “Di bawah kepemimpinan Presiden RI ke-8, Freeport berusia 58 tahun, dan akan memproduksi 800.000 ton katoda tembaga. Semua serba delapan, bukan sekadar kebetulan,” katanya.

Tony juga menegaskan tentang komitmen keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, sejak awal, operasional PTFI tak bisa dilepaskan dari kewajiban menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kita harus hidup berdampingan, bekerja, dan tumbuh bersama masyarakat sambil menjaga alam. Tak ada perusahaan dapat berhasil di tengah masyarakat dengan lingkungan yang gagal,” tutup Tony.

Penulis: Hr/e08

Editor : Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *