Korupsi Pendidikan Pertanda Hancurnya Suatu Bangsa

 

Potensi Korupsi di Dunia Pendidikan
(Foto : Ilustrasi)

TRANS-CYBER.COM, KAMIS, 14 AGUST 2025 Banyaknya praktek korupsi di dunia pendidikan pertanda hancurnya suatu bangsa. Di negara-negara maju lembaga pendidikan dijadikan sebagai lembaga strategis terhadap investasi jangka panjang untuk kemajuan suatu bangsa.

Beberapa negara maju di dunia penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara gratis pada tingkat satuan pendidikan tertentu, cara itu dilakukan untuk memastikan terpenuhinya hak-hak pendidikan warga negara, selain memenuhi hak pendidikan, penyelenggaraan pendidikan gratis juga cara yang efektif untuk menghindari terjadinya praktek korupsi yang berpotensi mengganggu atau merusak masa depan negara itu sendiri.

Indonesia salah satu negara yang memiliki anggaran pendidikan sangat besar, namun anggaran yang besar itu dinilai tidak tepat sasaran, karena besarnya anggaran pendidikan membuat pemerintah lebih sibuk mengurusi anggaran daripada memikirkan sistem dan kualitas pendidikan yang direncanakan.

Dari tahun ketahun pemerintah hanya sibuk membahas dana-dana pendidikan bahkan secara terang-terangan dijadikan sebagai proyek bajakan penguasa dan petinggi-petonggi negeri ini. Sementara substansi dan kualitas pendidikan terus semakin hancur. Metode dan arah pendidikan semakin jauh dari dasar dan tujuan.

Seperti diketahui, melalui Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistim Pendidikan Nasional, pemerintah telah menetapkan dasar dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana Pasal 1 ayat 2 Undang-undang Sisdiknas yang menyatakan;

Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Dengan tujuan sebagaimana tercantum pada Pasal 3 yang menyatakan;

Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Termasuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.  

Apa yang menjadi dasar dan tujuan pendidikan yang direncanakan Pemerintah berbanding terbalik dengan dengan sumber daya manusia yang dihasilkan terutama di kalangan pejabat atau rezim yang diberi kedudukan/jabatan yang tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan itu sendiri.

Banyaknya pejabat dan mantan pejabat yang masuk penjara karena melakukan tindak pidana korupsi menjadi potret buruk dunia pendidikan di Indonesia. Perbuatan penyelewengan itu secara terang-terangan dan terjadi disegala bidang di pemerintahan.

Keadaan ini memaksa semua rakyat Indonesia untuk sadar dan berpikir lebih keras untuk memberikan masukan dan pemikiran membangun arah pendidikan berdasarkan dasar dan tujuan yang terkandung didalam Pancasila dan UUD 1945.

Ada bukti nyata yang sedang ancaman masa depan bangsa Indonesia, dimana pendidikan sebagai lembaga pendidik justru melahirkan melahirkan pejabat-pejabat korup, kinerja-kinerja pemerintah disegala bidang hanya menghasilkan persoalan-persoalan korupsi.

Fenomena ini bertolak belakang dengan dasar dan tujuan pendidikan yang dicanangkan pemerintah, apa dan dimana yang salah pendidikan di sekolah – sekolah atau perguruan tinggi di negeri ini?

Kotor, menjijikan, sangat memalukan bahkan tragis, karena pelaku-pelaku korupsi di Indonesia dari kalangan orang-orang yang pendidikan tinggi dengan sederet gelar dari berbagai perguruan tinggi nasional dan luar negeri.

Ini adalah fakta yang tidak terbantahkan, ilmu pengetahuan yang memiliki nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara justru hancur dan rusak di tangan orang-orang yang berpendidikan itu sendiri. Lembaga-lembaga pendidikan sebagai tempat belajar hampir tidak mendapat kekuatan dan kepercayaan apapun di kalangan masyarakat.

Para tenaga-tenaga pendidik kehilangan nilai-nilai luhur dan mulia ditangan-tangan para koruptor yang memiliki sederet gelar akademik dari berbagai perguruan tinggi.

Peraktek- praktek korupsi menjadi tontonan dimana-mana dan ini sangat melekat didalam benak masyarakat,  bagaimana perbuatan kejahatan korupsi bukan lagi sebagai perbuatan yang memalukan, tetapi menjadi panggung tontonan yang terus merusak perilaku masyarakat.

Pendidikan di Indonesia benar-benar kehilangan makna dan arah tujuannya yang secara sempurna dimanfaatkan sebagai alat manipulasi demi mencapai tujuan kekuasaan yang korupsitif.

Redaksi trans-cyber.com

 

One thought on “Korupsi Pendidikan Pertanda Hancurnya Suatu Bangsa

Tinggalkan Balasan ke sp88 Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *