Prabowo Bicara Backing, Aparat Gagal Atau Backing Pungli

Prabowo Subianto Bicara Backing pada peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).


TRANS-CYIBER.COM, — Salah satu ancaman ekonomi di Indonesia adalah pungutan liar (pungli). Ancaman ini terjadi diseluruh tingkatan aparat pemerintah hingga swasta.

Tidak main-main, dalam berbagai bukti penelusuran yang dilakukan, pelaku-pelaku pungutan liar ini justru dari kalangan pejabat dan aparat itu sendiri, mulai dari tingkat paling bawah sampai tingkat tertinggi dimainkan sedemikian rupa.

Menggunakan kaki tangan atau dengan cara langsung terjadi dimana-mana, atribut instansi pemerintah termasuk oknum-oknum selalu sudah tidak malu-malu lagi untuk melakukan Pungli.

Hal ini terjadi di ruang-ruang terbuka mulai dari lingkungan birokrasi, sektor swasta, hingga tempat – tempat wisata. Sampai detik ini pungli secara konsisten dan mengakar di semua level kebijakan.

Pemerintah benar-benar gagal total membebaskan Indonesia dari praktek kotor ini, sehingga terdampak terhadap pencapaian ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya.

Puncaknya, komplain pungli ini datang dari kamar dagang China (China Camp of Commerce) yang menyurati presiden Parabowo Subianto untuk menyampaikan keluhannya terkait pungli.

Hal itu terungkap dari berbagai platform media di Indonesia, salah satunya Warta Kota Production, dalam keterangan video, pihak China Camp of Commerce (CCC) menyampaikan keluhannya ke presiden Prabowo Subianto terkait maraknya pungutan liar di Indonesia yang sangat menggangu investasi.

Keberatan China Camp of Commerce (CCC) ini sempat mendapat sorotan dari publik, dan telah di tonton jutaan orang dengan berbagai komentar yang secara umum memberikan sentimen negatif terhadap pemerintah.

Praktek pungutan liar (Pungli) ini direspon Presiden Prabowo pada saat memberikan sambutan di acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

“Aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu ya kan. Dan ini budaya ini tidak boleh kita teruskan juga. Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat,” ujar Prabowo.

Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk menegakkan hukum dengan keadilan dan kebenaran.

“Saya tidak mau dengar lagi Panglima TNI, Kapolri. Saya tidak mau dengar lagi ada aparat ya yang tidak menegakkan hukum keadilan dan kebenaran. Tidak boleh backing-backing macam-macam,” ujar Prabowo.

Apakah statemen Persiden ini berdampak positif terhadap masyarakat?

Apabila mencermati kinerja dan kebijakan Prabowo Subianto pada tahun ke-2 kepemimpinan, masyarakat cenderung apatis atau tidak percaya. Karena sama sekali tidak menyentuh perekonomian masyarakat yang sesungguhnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *