Kondisi Pedagang di Pasar Enjo Jakarta Timur

Pasar Enjo, Jakarta Timur (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, trans-cyber.id, — Perdagangan di Pasar Enjo  yang terletak di Jl. Pisangan Lama II Kelurahan Pisangan Timur Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur terpantau sepi, kios-kios pedagang dilantai dasar sepi pedagang. Menurut Kepala Pasar, Asep Nawawi, sepinya pedagang sudah terjadi sejak Covid-19 beberapa tahun yang lalu.

“itu terjadi (sepinya pedagang sepi -red) sudah sejak Covid-19 yang memaksa pedagang beralih ke sistem online yang dagangnya bisa dilakukan dari rumah, kata Asep saat di temu wartawan, Kami, (14/8/2025).

Selain akibat dampak sistim online, banyaknya pedagang yang berjualan di luar atau sekitar areal pasar diduga menjadi salah satu penyebab sepinya aktivitas pedagang di pasar Enjo. Sebagaimana permasalahan ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.

Dengan banyaknya pedagang di sekitar atau diluar areal pasar diduga membuat kawasan pasar tidak ramah terhadap pengunjung untuk masuk sekedar berbelanja kebutuhan hari-hari.

Banyaknya parkir kendaraan roda dua di tembok pasar juga membuat pasar tidak nyaman dan tidak tertata, menjadi kotor dan kumuh tidak ramah bagi pengunjung. Potret seperti ini terjadi di hampir seluruh pasar dibawah pengelola Pasar Jaya di Jakarta.

Untuk menuntaskan masalah ini dibutuhkan berbagai innovasi dan terobosan dari berbagai pihak terutama dari pengelola pasar dan pejabat terkait di wilayah, mengingat Pasar Jaya merupakan pusat perbelanjaan kebutuhan pokok bagi warga Jakarta.

Kepala Pasar Enjo, Asep Nawawi berencana mengusulkan kebijakan membuat plang berisi himbauan atau larangan berjualan di sekitar atau areal pasar yang didalamnya ada sanksi hukum atau denda.

“Saya lagi mencari ide dan sudah berkonsultasi kedepan berencana mengusulkan untuk di buat plang disekitar atau diluar areal pasar berisikan himbauan dilarang berjualan dengan membuat sanksi hukum atau denda, ini masuk akal dan bagus untuk diterapkan dalam upaya menertibkan pedagang di areal atau luar pasar” kata Asep menyampaikan rencananya.

Lebih lanjut Asep menyatakan bahwa langkah-langkah penertiban yang dilakukan bersama Pol PP selama ini dia nilai tidak efektif untuk ketertiban pedagang.

“Penertiban paling hanya seminggu dua minggu, sesudah itu sudah ramai lagi” kisah Asep menceritakan pengalamannya.

Sementara dari pantauan media, kios – kios didalam pasar Enjo banyak yang tutup di rolling door kios-kios juga terdapat segel bertuliskan ditutup untuk sementara lengkap dengan denda dengan nilai bervariasi. Disegelnya kios-kios pedagang tersebut diduga karena menunggaknya biaya sewa.

Selain rencana usulan-usulan, Asep juga berharap dapat meningkatkan hubungan kemitraan dengan menjaga hubungan yang lebih baik dengan mitra-mitra usaha atau pemodal.

Menurutnya kios-kios yang kosong dapat digunakan juga sebagai tempat usaha olahraga seperti futsal dengan sedikit merubah struktur bangunan.

“Cocok disewakan lapangan futsal, nanti parkir jugakan bisa di manfaatkankan” Ucap Asep.

Selain Pasar Enjo, Asep Nawawi juga mengepalai 2 (dua) lokasi usaha di bawah pengelolaan Pasar Jaya, yaitu kawasan perkantoran di Kampung Melayu dan Pasar Otomotif di kawasan Pramuka Jakarta Timur.

Penulis : Herman
Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *