Foto: Ahmad Azka/Images may be subject to copyright
JAKARTA, TRANS-CYBER.COM, — Buruknya kinerja Kepolisian Sektor Koja Jakarta Utara mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Beberapa penanganan kasus yang dinilai tidak transparan dan objektif menjadi mendapat kritikan tajam oleh kelompok masyarakat.
“Kapolseknya rakus makanya sering diomongin masyarakat, sudah banyak orang tahu (Polsek Koja -red), termasuk mengenai adanya dugaan setoran-setoran di wilayah. Anggotanya saja banyak tidak suka dengan dia” kata seorang tukang parkir yang tidak mau disebut namanya Koja, Jakarta Utara (Kamis, 28/5/2026).
Itu Kapolseknya lagi naik haji kan, tapi dia tetap mengendalikan semua, lewat Kanit, makanya Wakanya nga dianggap bang, banyak kasus-kasus tidak jelas dan warga disini sudah pada tau, lanjutnya.
Masyarakat Koja mengeluhkan agar Kapolres Metro Jakarta Utara Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. memberikan perhatiannya sehingga kehadiran Polisi ditengah-tengah masyarakat bisa memberikan dampak terhadap situasi dan kondisi perekonomian masyarakat bukan sebaliknya, meresahkan.
“Banyaknya keluhan masyarakat terkait masalah penanganan kasus seharusnya menjadi atensi dan perhatian Kapolresnya apalagi ditengah-tengah keadaan ekonomi masyarakat yang sedang sulit seperti ini” kata Wanto dari salah satu anggota Ormas.
Sementara itu, Kepala Divisi Hukum Laskar NKRI, Edward Sihotang, S.H., menyoroti kasus dugaan penyalahgunaan wewenang Kapolsek Koja terkait kegiatan Patroli Gabungan.
“Beberapa bulan lalu saya mengirim surat ke Kapolseknya terkait dugaan penyalahgunaan wewenang, dan sampai saat ini belum ada tanggapan, sementara beberapa waktu yang lalu saya mendapat info kalau surat saya itu sudah ada jawabannya, tetapi katanya surat tersebut ditahan seseorang didalam” kata Edward (Jumat, 29/5/2028) di Kantornya Jl. Labu.
Edward mengakui lembaganya banyak mendapatkan informasi atau keluhan masyarakat terkait masalah penanganan kasus di Polsek Koja Jakarta Utara.
“Saya juga banyak menerima keluhan dari masyarakat, termasuk adanya dugaan setoran-setoran dari kelompok-kelompok tertentu dan ini bagi saya sama seperti yang dialami masyarakat yang lain, sangat-sangat meresahkan. Kata Edward.
Saya memang sejak bulan lalu sudah mempersiapkan laporkan, ke Polda tentang salah satu kasus yang saya duga adalah adanya tindakan kesewenang-wenangan oleh Kapolsek, saya dan kawan-kawan juga kalau tidak ada hambatan akan mengajukan gugatan PMH tentang kasus ini. Ucap Edward.
Bukan itu saja, mendengar banyaknya keluhan masyarakat termasuk salah satu kasus yang penanganannya tidak transparan dan profesional kita memandang perlu adanya upaya hukum, sehingga barangkali dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, tutupnya.
Berdasarkan informasi yang didapat wartawan, Kapolsek Koja, Kompol. Andry Suharto sedang menjalani ibadah haji ke Mekkah dan dikabarkan akan kembali ke tanah air pada tanggal 8 Juni 2026.
Untuk mengakomodir berbagai keluhan masyarakat di Polsek Koja, sudah sepatutnya Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. memberikan perhatian atau atensi secara serius terhadap kinerja Kapolsek yang banyak dikeluhkan masyarakat. (YH)




