Pengacara Edward Apresiasi Ketua Komisi II Pada LCC 4Pilar

Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda & Josepha Alexandra 


JAKARTA, TRANS-CYBER.COM, — Pengacara Edward Sihotang, SH, apresiasi sikap Ketua komisi II DPR RI, Muhammad Rifginizamy Karsayuda merespons sikap juri terhadap peserta lomba cerdas cermat 4 pilar MPR RI yang diadakan di Kalimantan Barat.

“Saya sangat apresiasi sikap anggota DPR itu, (Muhammad Rifginizamy Karsayuda-red), bagi saya sikap itu benar-benar menyelamatkan mental dan psikologinya Josepha Alexandra. Ini diluar nalar. Di era post- truth sekarang sangat sulit orang berpikir objektif, tetapi ada satu sosok Anggota DPR RI, Ketua Komisi pula yang menyelamatkan mental seorang siswi pelajar SMA” kata Edward di Jakarta, Selasa (12/5)2026).

Saya tidak berpikir tentang hadiah apa yang diberikan sang legislator, tetapi sya melihat ada penyelamat mental seorang siswi SMA disana. Itu benar-benar menyelamatkan mental dan kebenaran yang dimiliki Josepha.

Sebagaimana sebelum Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifginizamy Karsayuda langsung menelepon melalui video call (VC) Josepha Alexandra di sekolahnya SMAN 1 Pontianak.

Melalui video cal sang legislator berbicara langsung dengan seorang siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra korban kecurangan juri pada lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI di Pontianak Kalimantan Barat.

Muhammad Rifginizamy Karsayuda memperkenalkan dirinya ke Josepha Alexandra selalu alumni SMAN 1 Pontianak. “Saya Anggota DPR RI alumni SMAN 1 Pontianak kata Muhammad Rifginizamy Karsayuda kepada Josepha.

Saya alumni SMAN 1 Pontianak, satu-satu anggota DPR RI, kamu kelas berapa dek, kata Muhammad Rifginizamy Karsayuda sambil menyampaikan permintaan maafnya ke Josepha dan meminta agar Josepha datang ke Jakarta menemui sang legislator.

Sebagaimana hari ini, Selasa (12/5/2026) dunia Maya digemparkan sikap juri pada kegiatan lomba cerdas cermat empat Pilar MPR RI tahun 2026 di Kalimantan Barat.

Juri atas nama  Dyastasita W.B yang menjabat sebagai Kepala Biro pengkajian Setjen MPR RI menjadi viral di dunia jagat maya karena dinilai curang dalam memberikan nilai yang berbeda terhadap dua jawaban yang sama dari peserta lomba.

Berbagai tudingan dialamatkan netizen ke panitia pelaksana dan dua juri yang adalah pejabat di Kesetjen MPR RI atas nama Dyastasita W.B dan Indri Wahyuni karena dinilai tidak objektif dalam menerapkan nilai terhadap peserta.

Berbagai komentar dan hujatan pun tak berhenti sebagai sikap atau support terhadap Josepha Alexandra yang dianggap jadi korban kecurangan oleh juri.

Didalam rekaman video yang ramai beredar di internet, Josepha Alexandra (Ocha) siswi SMAN 1 Pontianak itu tampak menginterupsi MC (master of cereminies) Shindy Lutfiana yang oleh MC melempar ke juri untuk dimintai klarifikasi.

Namun lagi-lagi juri Dyastasita terlihat kekeh dan ngeyel (tidak sportif) dalam merespons keberatan Josepha Alexandra, apalagi sikap juri Dyastasita dibela secara membabi buta oleh juri yang lain atas nama Indri Wahyuni yang didalam video terlihat sangat tidak sportif.

Atas kasus ini, MPR RI secara institusi telah mengambil langkah-langkah dan sikap terhadap kasus ini, termasuk melalui Ketua Komisi II DPR RI telah memanggil Josepha Alexandra untuk datang ke Jakarta (DPR RI – red) selanjutnya secara institusi MPR RI akan menyampaikan permintaan maaf kepada Josepha Alexandra selalu korban kebrutalan juri dalam lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI di Pontianak Kalimantan Barat.

Sebagaimana dimedia telah ramai di bicarakan tentang juri dan MC yang dianggap tidak profesional akan dihentikan dan dicabut kepanitiaannya. (Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *