200 Siswa Keracunan MBG di Surabaya Jawa Timur
JAKARTA, – TRANS-CYBER.COM, — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan korban, ratusan siswa/i pelajar di Surabaya Jawa Timur terpaksa dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit setelah menyantap makanan bergizi gratis.
Kasus keracunan makan bergizi gratis ini sudah diduga sudah memakan korban siswa/i pelajar yang jumlahnya tidak sedikit. Bahkan kasus serupa banyak terjadi diberbagai sekolah di Indonesia.
Berdasarkan pemberitaan berbagai media hari ini, Selasa (12/5/2026) korban keracunan di Surabaya Jawa Timur berjumlah 200 siswa yang terdiri dari 12 sekolah.
Menurut keterangan Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, Tyas Pranadani, korban keracunan massal terjadi terhadap siswa TK-SD-SMP hingga SMA dari 12 sekolah. Ia mengatakan seluruh siswa hanya mengalami gejala ringan dan tidak ada yang harus menjalani rawat inap.
Petugas kesehatan sudah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium kesehatan setempat guna mengetahui dugaan keracunan massal.
Sejumlah siswa yang mengalami muntah, sakit perut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Tak hanya siswa, kepala sekolah dan empat guru juga mengalami gejala serupa 30 menit setelah menyantap menu makanan gratis itu.
Meski sempat menjalani perawatan dirumah sakit, seluruh korban diperbolehkan pulang karena kondisinya berangsur pulih setelah mendapatkan penanganan medis.
Akibat kejadian itu, puluhan paket makanan gratis batal dibagikan dan petugas setempat masih menelusuri dugaan penyebab keracunan tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menyatakan sanksi akan diberikan Badan Gizi Nasional. Atas kasus ini SPPG tembok dukuh kini ditutup sementara sambil evaluasi dan uji laboratorium.
Apa sebenarnya penyebab siswa keracunan massal ini?
Seperti diketahui program makanan bergizi gratis ini adalah program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal kegiatan ini berlangsung telah menuai protes dari berbagai kalangan karena dinilai tidak tepat sasaran dan korupsi besar-besaran karena menggunakan anggaran triliunan rupiah.***



